Kidung Agung: Puisi Tentang Cinta

Kitab Kidung Agung merupakan salah satu kitab yang unik dibandingkan kitab-kitab lain dalam Alkitab. Kidung Agung hanya menyebut satu kali saja salah satu nama untuk Allah, yaitu “Yahweh” (Kidung Agung 8:6) yang diterjemahkan menjadi “TUHAN” dalam Alkitab Terjemahan Baru LAI. Tetapi, yang paling unik dari kitab ini adalah ungkapan yang jujur, blak-blakan, terkesan berani mengenai bagian-bagian tubuh pria maupun wanita. Keunikannya itu memunculkan diskusi mengenai bagaimana cara menafsir kitab tersebut.

Salah satu pendekatan penafsiran yang sering diterapkan terhadap Kidung Agung adalah metode alegori. Pada penafsiran alegori, Kidung Agung dipandang memuat cinta Allah kepada Israel. Sedangkan di dalam gereja Kristen, penafsiran alegori marak digunakan sejak sekitar tahun 200 AD (Richard S. Hess, Song of Songs, Baker 2005, halaman 22), kitab ini dinilai menyatakan hubungan antara Kristus dan gerejanya.

Namun, mereka yang membaca dan mencoba memahami Kidung Agung tidak harus memakai pendekatan alegori. Kitab ini bisa dipandang sebagai memuat puisi mengenai cinta, kecantikan, keintiman, bahkan seksualitas antara pria dan wanita. Ungkapan-ungkapan yang jujur, berani, dan blak-blakan itu seringkali membuat para penafsir merasa tidak sepatutnya membaca Kidung Agung secara harfiah. Akan tetapi, membaca Kidung Agung sebagai puisi tentang cinta dan keindahannya membuka hal-hal yang penting kepada kita, yaitu bahwa Alkitab tidak hanya mengungkapkan tentang diri Allah, tetapi juga tentang apa yang Allah kehendaki bagi umat-Nya. Dalam hal ini, Kidung Agung mengungkapkan rencana dan kehendak Allah tentang relasi suami dengan isteri dalam pernikahan.

Orang seringkali bertanya tentang pandangan mengenai seksualitas menurut teologi Kristen. Apakah seks itu berdosa? Selain itu, banyak orang tidak memahami cinta manusiawi secara utuh. Apakah pengertian cinta alamiah yang tumbuh di antara pria dan wanita? Lalu, bagaimana cinta tersebut, juga seksualitas yang disaksikan Alkitab, berlaku dalam keluarga Kristen?

Ketika sebuah lembaga keluarga dibina dengan landasan Alkitab, setiap anggotanya akan bertumbuh menjadi semakin menyerupai Kristus dan semakin memuliakan Allah. Puisi cinta dalam Kitab Kidung Agung menyingkapkan makna-makna yang penting bagi hubungan antara pria dan wanita, agar dapat mencapai maksud Allah seperti tertulis di atas. [EC]

2 Tanggapan

  1. […] Baca juga Kidung Agung: Puisi Tentang Cinta […]

  2. Reblogged this on ranapsimanungkalit and commented:
    Kidung Agung : Puisi Tentang Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: