Mencurahkan Isi Hati kepada Tuhan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Nehemia 1

Pernahkah saudara menghadapi persoalan yang sangat berat dan memilukan hati? Apakah yang saudara lakukan? Mengeluh, menangis dan mengasihani diri sendiri, masa bodoh, atau mencari Tuhan dan mencurahkan isi hati kepada-Nya?

Ketika Nehemia mendengar dan melihat reruntuhan tembok Yerusalem itu, ia menangis pilu di hadapan Tuhan. Kemudian mengoyakkan jubahnya sebagai tanda kesungguhan hatinya berduka, lalu ia berpuasa di hadapan Tuhan dan mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Ada tiga inti isi pokok doanya:

Pertama, Berdoa ingat janji Tuhan (1:1-5). Nehemia berdoa karena dia tahu Tuhan Allahnya, adalah Tuhan yang maha kuasa, maha besar, dan maha kasih, yang telah mengikat perjanjian dengan umat-Nya. Dia yakin Tuhan tahu penderitaan umat-Nya, dan pasti ingat akan perjanjian-Nya. Nehemia percaya Allah yang setia pada janji-Nya akan mendengar doanya.

Kedua, Berdoa mohon Pengampunan Tuhan (1: 6-9). Setelah menginstrosprsi diri di hadapan Tuhan, ia sadar bahwa reruntuhan tembok kota Yersualem itu terjadi karena dosa bangsa Israel yang tidak mentaati hukum Musa dan tidak lagi setia kepada Tuhan. Oleh sebab itu, dalam doanya Nehemia mengakui dosanya dan dosa umat Israel, dan mohon pengampunan Tuhan.

Ketiga, Berdoa mohon Pemulihan Tuhan (1:10-11). Setelah Nehemia ingat janji Tuhan dan mohon pengampunan, ia minta kepada Allah agar segera mengadakan pemulihan bagi bangsa ini. Bukan hanya pemulihan tembok, tetapi yang terpenting dan utama adalah pemulihan rohani umat Tuhan, agar mereka kembali taat kepada perintah Tuhan dan setia pegang janjiNya.

Di saat saudara berada dalam pergumulan, jangan pernah diam dan masa bodoh, jangan pernah mencari yang lain, tetapi datanglah kepada Tuhan untuk mencurahkan isi hatimu dengan mengingat dan percaya pada janjiNya bahwa Dia mengerti dan peduli akan persoalanmu, kemudian mohon pengampunan Tuhan atas segala dosa-dosamu, dan mohon pemulihan dari Tuhan. Tuhan pasti mendengar seruan doamu dan akan menjawab engkau pada waktunya. (jy)

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8)

2 Tanggapan

  1. Biarlah Tuhan yang mengobati dan menghapus jeritan hati ini dikarenakan kasih DIA begitu lembut dan mampu menutupi luka diri selama ini! Gak perlu emosi dan membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan juga, karena disebalik masalah dan penderitaan pasti ada yang terindah disiapkan Tuhan Allah kepada kita! Amin

  2. terimakasih ya Gbu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: