Keberuntungan

Banyak orang rela membayar mahal untuk mendapat nomor cantik bagi telepon atau plat mobilnya. Nomor cantik disukai karena unik dan mudah diingat, tetapi ada pula yang meyakini nomor itu bisa membawa keberuntungan! Seorang pria di Hongkong rela membayar lebih dari nilai 500 juta rupiah untuk membeli plat mobil bernomor CCUE (Baca: see see you yee). Dalam bahasa Kanton, kata-lata itu berarti: “Semua berjalan menurut keinginan seseorang.” Pemiliknya percaya, jika mengendarai mobil berplat-nomor itu, keberuntungan menyertainya ke mana pun ia pergi.

Alkitab menyaksikan bahwa keberuntungan datang bukan dari nomor, barang atau situasi tertentu. Tiada hari baik atau hari buruk. Waktu kota Yerusalem hancur karena perang, kelaparan dan penyakit (ayat 36), TUHAN menegaskan semua itu terjadi bukan karena mereka tertimpa nasib sial, melainkan karena TUHAN murka. Umat-Nya tidak lagi hidup taat kepada TUHAN. Ia berjanji kelak akan menaruh hati yang takut kepada-Nya ke dalam hati mereka (ayat 40). Jika umat-Nya kembali taat, pasti keberuntungan akan datang ke atas mereka (ayat 42). Pemulihan terjadi. Tanah tandus akan menjadi ladang subur yang dibeli dan diperebuntukan orang (ayat 43~44). Apa yang tadinya merugikan bisa diubah TUHAN menjadi yang menguntungkan!

Saudaraku, masihkah Anda percaya bahwa benda tertentu semisal: nomor keberuntungan untuk rumah, telepon, plat mobil dan sebagainya? Masihkah Anda mencari “hari baik” saat hendak menentukan hari pernikahan? Di dalam Kristus, tidak ada hari yang layak disebut “hari buruk” atau “nasib sial”. Jika Anda taat pada TUHAN, setiap hari adalah hari keberuntungan bagimu!

Yeremia 32:26~44 <Ayat 42: Sebab beginilah firman TUHAN: Seperti Aku mendatangkan kepada bangsa ini segenap malapetaka yang hebat ini, demikianlah Aku mendatangkan ke atas mereka keberuntungan yang Kujanjikan kepada mereka.>

Satu Tanggapan

  1. Kerugian tidak ditemukan dalam budaya kita, walaupun dia korban kecelakaan kakinya patah sebelah masih untung kakinya tidak buntung dua-duanya, dan kalau ada pengusaha yang bangkrut masih untung dia tidak dipenjara…itulah Budaya yang kita rasakan.

    Sedang bagi orang yang ber Iman selalu di untungkan dan yang menyembah berhala selalu celaka…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: