Betlehem Efrata

Baca: Mikha 5:1-8

Dalam Mikha 5:1 tertulis, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”.Nubuat Mikha tentang kisah kelahiran Yesus memperlihatkan bahwa Allah, dalam kedaulatan-Nya, menggunakan hal-hal kecil yang sering diabaikan manusia. Tindakan Allah ini bertolak belakang dengan konsep dunia yang mengagungkan yang besar dan hebat.

Oleh karena itu, kita bisa memahami jika orang Majus–yang mencari-cari raja orang Yahudi yang baru lahir itu–tidak datang ke Betlehem, tetapi ke Yerusalem dan bertanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat. 2:2). Sang Raja pastilah dilahirkan di Yerusalem, ibukota kerajaan Israel. Penduduk Yerusalem pun gempar karena mereka tak pernah mendengar kelahiran raja baru. Para ahli Taurat pun akhirnya menemukan, berdasarkan nubuat Mikha, bahwa Sang Raja ada di Betlehem. Betlehem, sebagaimana diakui Mikha dalam nubuatnya, merupakan salah satu kota yang terkecil di Yehuda.

Meski termasuk kota terkecil di Yehuda, Betlehem sering disebut dalam berbagai peristiwa besar. Misalnya: Rahel, istri Yakub, mati di Betlehem (Kej. 35:19); Naomi dan menantunya, Rut orang Moab itu, pulang ke Betlehem, dan membangun hidup baru (Rut 1:19); Samuel mengurapi Daud sebagai raja di Betlehem (1Sam. 16:1). Kita tidak tahu alasan pasti Allah menjadikan Betlehem sebagai tempat kelahiran Juru Selamat. Namun, yang pasti Allah berkenan melibatkan Betlehem dalam karya penyelamatan-Nya bagi manusia.

Kisah pelibatan Betlehem dalam karya penyelamatan memperlihatkan bahwa kita perlu belajar dari Allah untuk menghargai yang kecil. Jika kita dilibatkan dalam karya-Nya, kita tak perlu minder dengan kelemahan-kelemahan kita karena semuanya adalah anugerah Allah saja. [YMI]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih Tuhan karena telah mengingatkan kami agar tidak mengabaikan hal-hal kecil dalam hidup kami, biarlah rencanaMu terjadi seuai dgn rencanaMu.Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: