Dalam Dosa AKu Dikandung Ibuku

Baca: Mazmur 51

Dalam 2Sam 12:13 tertulis, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan”. Demikianlah pengakuan Daud kepada Natan. Sebelum pengakuan itu keluar dari mulut Daud, sedikitnya dia telah melanggar lima butir dari Sepuluh Firman–“jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, dan jangan mengingini milik sesamamu.”

Dosa menjalar. Ketika sebuah dosa tidak diakui, dosa tersebut menggiring manusia ke dalam dosa berikutnya untuk menyembunyikan dosa sebelumnya. Perzinaan Daud dengan Batsyeba membuat Daud membunuh Uria, melalui perantaraan Yoab, untuk menyembunyikan kesalahannya. Daud mengawini Batsyeba, agar Batsyeba tetap dalam pengawasannya dan tidak menceritakan perselingkuhan itu. Di samping itu, perkawinan tersebut memberi kesan kepada rakyat bahwa Daud sungguh pribadi yang peduli terhadap nasib rakyat yang sedang ditimpa bencana dengan mengangkat nasib seorang janda pahlawan. Pada titik ini, Daud terlibat dalam sebuah kebohongan publik. Dalam hidup Daud, dosa makin beranak pinak.

Mungkin kita bertanya, bukankah Daud adalah orang pilihan Allah? Apa yang kurang dari dirinya–yang begitu beriman mengalahkan Goliat, bahkan tak tega membunuh Saul yang berkali-kali ingin membunuhnya? Mengapa Daud bisa jatuh ke dalam dosa? Untuk semuanya itu, Daud mengaku: “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mzm 51:7). Dalam BIMK tertera: “Sesungguhnya, aku jahat sejak dilahirkan, dan kena dosa sejak dari kandungan.” Manusia tidak lepas dari jerat dosa!

Karena itulah, Daud memohon: “Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (Mzm 51:4-5). Ini juga yang seharusnya menjadi permohonan kita. Karena semasa hidup, kita masih senantiasa bergumul dengan dosa kita. Tak ada manusia yang kebal dari jerat dosa! [YMI]

 

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Satu Tanggapan

  1. Sungguh ya Tuhan bahwa hamba penuh dengan dosa dan penghianatan terhadap diriMU. Ampunilah ya Tuhan atas segala kesalahan dan dosa-dosa hamba, istri hamba, orangtua kami dan seluruh keluarga kami.
    Biarlah kami diputihkan kembali oleh bilur-bilur darahmu!!
    Terimakasih buatmu ya Tuhanku yang maha baik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: