Gembalakanlah Umat-Mu

Baca: Mikha 7:14-20

Pada hari terakhir di tahun 2015 ini, marilah kita berdoa sebagaimana Mikha dalam nubuatnya: “Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan” (Mi. 7:14).

Situasi dan negeri Israel memang jauh dari harapan. Bayangkan! Kambing domba itu tidak berada di padang rumput, melainkan berada di tengah rimba yang mengharuskan mereka selalu waspada. Setiap saat, nyawa bisa melayang karena terkaman binatang buas. Betapa mengenaskannya, karena rimba itu sendiri berada di tengah-tengah kebun buah-buahan. Meski berada di tengah tempat indah, kambing dan domba itu tak bisa menikmati keindahan dan berlimpahnya makanan sebab mereka harus selalu bersikap waspada.

Namun demikian, Mikha tidak patah arang. Dia mengarahkan mata hatinya kepada Tuhan dan berharap Allah tetap setia menggembalakan umat Israel yang sering berlaku tidak setia. Sang Nabi hanya mengandalkan Allah. Dengan menggunakan frasa “kambing domba milik-Mu sendiri”, Mikha menegaskan bahwa Israel adalah kepunyaan Allah sendiri. Kenyataan itulah yang mendorong Sang Nabi meminta pertolongan Allah. Sang Nabi juga ingin Allah memperlihatkan kembali kuasa-Nya, sebagaimana pembebasan dari perbudakan di Mesir. Sejarah menjadi sarana bagi Mikha untuk mengingatkan Allah dan umat Israel, bahwa Allah pernah melakukan keajaiban dalam kehidupan Israel.

Mikha juga mengharapkan pertolongan Allah itu berdasarkan jatidiri Alah sendiri, yaitu: “yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia” (Mi. 7:18). Mikha merasakan bahwa Allah bukanlah Pribadi yang terus-menerus mendendam, tetapi memaafkan pelanggaran umat-Nya, selama mereka memohon dan hidup dalam pengampunan-Nya. Demikianlah pengharapan Mikha yang sekaligus menutup nubuatnya. Demikian jugakah pengharapan kita sebagai orang percaya saat menutup tahun 2015 ini? [YMI]

 

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Satu Tanggapan

  1. Biarlah Engkau Tuhan selalu menyertai kami sepamjang hidup kami, karena bersama Tuhan aku nyamandan selamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: