Pemuas dahaga

Yohanes 4:1~42 <Ayat 13~14: Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”>

Kehausan merupakan penderitaan, orang mau membayar mahal untuk memuaskan dahaga. Perempuan Samaria yang ditemui Yesus juga kehausan luar biasa, bukan haus akan air, melainkan haus akan kasih sayang. Ia mengira, dengan menikahi seorang laki-laki, dahaganya akan kasih dapat terpuaskan. Nyatanya tidak. Ia mencoba lagi dengan laki-laki yang lain, sampai lelaki keenam, ia tetap dahaga. Yesus berkata, yang dibutuhkan oleh perempuan itu ialah “air hidup”, yang dimaksudkan-Nya ialah Roh Kudus (Yohanes 7:38~39).

Hanya Roh Kudus sajalah yang dapat mengisi ruang kekosongan di hati kita, Ia memberi kehangatan kasih sejati yang tak dapat manusia berikan. Jika kasih-Nya melimpah di hati, kita akan merasa puas. Tidak lagi menuntut terlalu banyak dari kasih manusia yang terbatas dan bersyarat.

Apakah Anda sering kecewa karena merasa kurang dikasihi? Apakah Anda berharap terlalu banyak pada orang terdekat? Berhentilah menjadikan orang lain sebagai sumber kasih! Mintalah Roh Kudus memenuhi hati Anda dengan kasih-Nya. Anda akan diubahkan oleh-Nya menjadi penyalur kasih, bukan pengemis kasih.

JADIKAN TUHAN SEBAGAI SUMBER KASIH, MAKA ANDA TAK AKAN LAGI MENJADI PENGEMIS KASIH.

Satu Tanggapan

  1. Move On 2016, agar tetap menghandalkan Sumber Dahaga dari Tuhan Yesus Juru Selamat Umat Manusia, Bukan dengan Yang Lain.. Amin…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: