Bersandar pada Kesetiaan Allah

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Kejadian 8-9

Saat menghadapi bencana alam, pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah apakah Allah ada dan apakah Allah peduli? Mengapa Allah diam saja? Pertanyaan yang sama mungkin saja dilontarkan oleh Nuh dan seluruh keluarganya. Hujan lebat mengakibatkan banjir yang mencakup seluruh bumi, termasuk menutupi gunung-gunung, bahkan air tetap meliputi bumi selama lima bulan (7:17, 24). Setelah lima bulan, barulah air mulai berangsur-angsur surut (8:1). Sampai sekitar setahun, barulah bumi benar-benar kering (7:11; 8:13-14). Pembaca yang pernah mengalami banjir tentu memahami betapa dahsyatnya peristiwa banjir besar ini!

Perhatikanlah bahwa air mulai surut setelah Allah mengingat Nuh dan semua makhluk hidup yang bersama-sama dengan Nuh (8:1). Bukankah kadang-kadang kita berteriak memohon pertolongan Allah saat bencana datang, tetapi kita tidak sadar saat Allah bertindak menolong, sehingga kita lupa untuk mengucap syukur saat kita benar-benar bebas dari bencana? Tidaklah demikian dengan Nuh. Hal pertama yang dilakukan Nuh setelah keluar dari bahtera adalah mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban bakaran sebagai tanda ucapan syukur kepada Allah. Salah satu hal penting yang perlu kita ingat dari peristiwa air bah ini adalah bahwa peristiwa air bah ini tidak akan terulang lagi (8:21-22; 9:8-17).

Ketaatan Nuh membuat dia masuk dalam daftar pahlawan iman (Ibrani 11:7). Sayangnya, setelah peristiwa air bah berlalu, Nuh menjadi petani yang membuat kebun anggur, lalu dia minum anggur sampai mabuk, sehingga ia sampai telanjang di dalam kemahnya (Kejadian 9:21). Mengapa Ham, si anak bungsu, menerima kutukan, sedangkan Sem dan Yafet (kedua orang kakaknya) menerima pujian dan berkat (9:22-27)? [P]

“Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu …, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.” Kejadian 9:14-15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: