Belajar dari Melihat & Mendengar

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Kejadian 26

Sifat dan kebiasaan (atau teladan) orang tua umumnya amat berpengaruh terhadap sifat dan kebiasaan anak mereka. Sayangnya, teladan yang sering ditiru bukan hanya teladan yang baik, tetapi juga teladan yang buruk.

Contoh pertama adalah cara Ishak menghadapi masalah yang meniru cara Abraham. Saat timbul kelaparan di Tanah Kanaan, Ishak mengungsi ke Gerar, daerah kekuasaan Abimelekh, raja orang Filistin. Karena Ribka—istri Ishak—cantik, Ishak kuatir bahwa dia akan dibunuh dan istrinya dirampas. Untuk melindungi dirinya, ia tidak berani mengakui Ribka sebagai istri, tetapi ia mengakui Ribka sebagai saudara (26:7). Cara melindungi diri seperti ini persis seperti cara Abraham melindungi dirinya terhadap ancaman yang disebabkan karena dia memiliki istri yang cantik (12:11-13; 20:2). Ishak mengamankan diri dengan mengorbankan Ribka sama seperti Abraham mengamankan diri dengan mengorbankan Sara! Pikirkanlah: Ketika Abraham dan/atau Sara menceritakan peristiwa itu kepada Ishak, apakah kisah itu dimaksudkan supaya Ishak meniru sikap Abraham atau agar Ishak meyakini perlindungan Allah sehingga tidak perlu merasa takut untuk berterus terang?

Contoh kedua adalah tindakan Esau mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi istrinya (26:34), merupakan peniruan terhadap tindakan Abraham yang mengambil Ketura menjadi istri ketiga (25:1). Kita perlu memahami bahwa walaupun kisah kelahiran Esau (25:20-25) dituliskan sesudah kisah kematian Abraham (25:7-10), sebenarnya Esau sudah berusia sekitar 15 tahun saat Abraham wafat (Bandingkan 21:5; 25:7; 25:26). Jelas bahwa pernikahan Esau bertentangan dengan bimbingan orang tuanya (26:35). Ingatlah: Kelakuan (teladan) lebih berpengaruh daripada ajaran! [P]

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”1 Timotius 4:12

Satu Tanggapan

  1. Melihat dan Mendengar kemudian melakukannya adalah Ajaran dari Nenek Moyang kita Abraham yang masih ditiru oleh sekelompok orang saja,,,ampunilah mereka Tuhan…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: