Allah yang Menjatuhkan Pilihan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Kejadian 48

Sistem hierarki (adanya urutan pangkat dan wewenang) adalah ketetapan Allah yang sering mendapat tentangan. Sistem hierarki ini berlaku dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain dalam rumah tangga, dalam pendidikan, dalam pekerjaan, dalam bernegara dan dalam hubungan antara manusia dengan Allah. Dalam rumah tangga, seorang istri harus tunduk terhadap kepemimpinan suami dan seorang anak (khususnya yang belum menikah) harus tunduk terhadap pengarahan orang tua. Dalam pendidikan, seorang murid harus tunduk kepada gurunya. Dalam pekerjaan, seorang pekerja harus tunduk kepada majikannya. Dalam bernegara, seorang warga negara harus tunduk terhadap undang-undang dan pengaturan oleh pemerintah. Dalam hal hubungan dengan Allah, umat Allah harus tunduk (taat) kepada kehendak Allah. Akan tetapi, sejak Adam dan hawa memberontak terhadap ketetapan Allah dengan memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, manusia terus-menerus memberontak terhadap ketetapan Allah di dalam firman-Nya, dan pemberontakan terhadap sistem hierarki terjadi di segala bidang.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yusuf berusaha ‘mengatur’ Yakub berkenaan dengan berkat Allah yang hendak diberikan melalui penumpangan tangan oleh Yakub. Akan tetapi, Yakub dengan tegas mengatakan bahwa pengaturan itu berdasarkan kehendak Allah yang tidak bisa ditawar (48:9-14, 17-19). Periksalah kehidupan Anda: Apakah Anda bersedia untuk diatur oleh orang-orang (para pemimpin) yang memang memiliki wewenang untuk mengatur diri Anda? Dalam hal-hal apa Anda merasa sulit untuk bersikap taat terhadap pengaturan Allah? [P]

Ibrani 12:5b-6
“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Satu Tanggapan

  1. pada anak yang belum berkeluarga harus patut kepada orang tua,yah harusnya demikian, namun pengecualiannya kalau orang tua yang tidk dapat mnmbrikan contoh yang tidak baik pada anaknya, tidak harus anaknya patut apa yang dinasihati orangf tuanya, seperti orang tua yang sering mabuk2an,penjudi, pembohong dan sering berselingkuh bahkan pingin kawin terus menerus,…Amin,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: