Perluaslah lingkaran kasih kita

Apa yang akan Anda lakukan saat berada dalam lift yang penuh sesak? Anda akan menunduk, menatap pintu, atau mengutak-ngatik telepon genggam? Biasanya Anda akan menghindari kontak mata, karena merasa tidak nyaman berdekatan dengan orang asing. Ini bukti bahwa tiap orang memiliki tembok pembatas yang tak terlihat di sekeliling tubuhnya. Jika seorang asing mencoba mendekat, secara refleks tubuh akan bergerak menjauh sampai ke “jarak aman”. tidak heranlah kita hanya merasa nyaman apabila berada dalam lingkungan keluarga dan sahabat. Lingkaran kasih kita sempit.

Kisah Para Rasul 11:1~18 mencatat bahwa jemaat mula-mula juga hidup dalam lingkaran kasih yang sempit. Sebagai orang Yahudi, mereka enggan bergaul dengan orang non Yahudi. Mereka keberatan Petrus pergi ke rumah orang non Yahudi dan melakukan baptisan. Hal itu dianggap najis. Petrus lalu menjelaskan bahwa pembedaan antara yang najis dan halal kini telah dihapuskan oleh Allah (ayat 5~9). Kepada Petrus, Tuhan juga menunjukkan bahwa orang non Yahudi pun mendapat lawatan Roh yang sama seperti yang mereka alami (ayat 15~17). Cara pandang Petrus berubah. Pengalaman ini memperluas lingkaran kasihnya.

Saudaraku, lingkaran kasih kita perlu diperluas dengan meruntuhkan tembok pembatas yang membuat kita malas menjangkau orang luar. Untuk itu kita perlu berjuang mengatasi rasa tidak nyaman. Lalu, membangun jembatan persahabatan dengan orang-orang di sekitar kita yang berbeda suku, agama, budaya, maupun status sosialnya. Jika kita tidak mau keluar dari zona nyaman, bagaimana orang bisa mendengar berita keselamatan?

Roma 10:12~15 <Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. karena, Allah yang satu ini adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan…>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: