Keras Kepala: Sikap yang Mencelakakan Diri Sendiri

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Keluaran 8

Firaun adalah seorang yang keras kepala. Tulah yang ditimpakan Allah melalui Musa dan Harun seharusnya menyadarkan Firaun bahwa menentang Allah merupakan kebodohan! Benar bahwa para ahli Mesir dapat meniru sebagian mujizat yang dikerjakan Musa dan Harun, yaitu membuat tongkat menjadi ular, mengubah air menjadi darah (tulah pertama), dan mendatangkan katak (tulah kedua). Akan tetapi, mereka tak dapat menghentikan apa yang Allah lakukan. Ular yang dibuat para ahli Mesir dimakan ular yang berasal dari tongkat Harun. Mereka tak mampu mengembalikan darah menjadi air atau mengusir katak yang didatangkan Allah.

Mulai tulah ketiga (wabah nyamuk), para ahli Mesir sudah tidak dapat meniru. Mereka tidak mampu membuat nyamuk sehingga para ahli Mesir itu mengakui bahwa tulah tersebut berasal dari tangan Allah (8:19). Sekalipun mereka telah kalah telak, Firaun tetap bersikap keras kepala dan tidak mengizinkan bangsa Israel meninggalkan Tanah Mesir. Mulai tulah keempat (lalat pikat), Allah menegaskan bahwa tulah itu hanya berlaku bagi bangsa Mesir. Bangsa Israel tidak terkena tulah.

Tulah bisa kita pandang secara negatif sebagai hukuman Tuhan bagi manusia berdosa, tetapi bisa pula kita pandang secara positif sebagai peringatan agar kita bertobat. Sikap Firaun yang keras kepala merupakan sumber bencana yang mencelakakan bangsa Mesir. Menurut pendapat Anda, apakah berbagai bencana alam dan berbagai permasalahan yang muncul dalam hidup kita pada masa kini bisa kita pandang sebagai peringatan agar kita menjauhi dosa dan bergantung kepada Allah? Ingatlah bahwa saat Kristus datang kembali ke dunia ini untuk kedua kalinya, manusia akan menghadapi pengadilan Allah! [P]

Lalu berkatalah para ahli itu kepada Firaun: “Inilah tangan Allah.” Tetapi hati Firaun berkeras, dan ia tidak mau mendengarkan mereka — seperti yang telah difirmankan TUHAN. Keluaran 8:19

Satu Tanggapan

  1. Kekuatan kita sebagai manusia adalah doa
    Karena dengan berdoa secara tdk langsung kita sdh berkomunikasi dengan Tuhan, segala badai, duka dan kemalangan serahkan semua dalam doa
    tak ada yang tak mungkin kalo kita tekun dalam berdoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: