Hidup kita untuk Kristus

2 Korintus 5:15 <Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.>

Ada seorang Kristen yang taat beribadah. Ia sangat senang ketika memiliki Kitab Suci dan secara sembunyi-sembunyi ia selalu membaca Kitab Sucinya itu. Suatu hari ia kedapatan sedang membaca Kitab Suci, dan ia dihukum dengan melakukan kerja paksa. Pada malam hari ia dipaksa tidur dengan posisi tangan dan kaki terikat ke belakang.

Apa yang mendorong orang-orang Kristen mampu menjalani kehidupan yang penuh penderitaan, padahal mereka sebenarnya bisa hidup senang? Jawabannya adalah: salib Yesus. Salib Yesus atau kematian Kristuslah yang telah mengubah hidup mereka untuk tidak lagi hidup bagi kesenangan diri sendiri, melainkan hidup bagi Yesus. Mereka tahu bahwa harga yang sudah Yesus bayar atas hidup mereka sangatlah mahal. Mereka juga tahu bahwa kesenangan dan kebebasan di dunia yang fana ini tidak akan pernah sebanding dengan kemuliaan yang disediakan melalui pengorbanan Yesus. Kematian Yesus menyadarkan kita tentang kerinduan Allah yang sangat besar untuk menyelamatkan orang percaya dari kebinasaan dan menikmati kemuliaan kekal yang Ia sediakan.

Seperti sebuah permata yang sangat berharga, di mana seseorang mau berusaha mati-matian untuk mendapatkannya, demikianlah Allah memandang hidup kita. Ia mengorbankan nyawa anak-Nya untuk bisa memiliki kita. Atas pengorbanan Kristus yang besar ini, seharusnya mendorong kita untuk menjadi permata yang benar-benar berharga seperti yang Allah harapkan, sehingga pengorbanan-Nya tidaklah sia-sia.

“Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk menyenangkan hati-Mu melalui sikap, perkataan dan perbuatanku. Engkau telah mati untuk aku, karena Engkau begitu mengasihiku. Kini bantulah agar aku bisa mennjadi permata yang berharga di hadapan-Mu dan di hadapan sesamaku dengan mau meninggalkan hal-hal duniawi yang selama ini membawa aku jauh dari-Mu dan biarkanlah Roh-Mu masuk ke dalam diriku untuk membentuk kehidupan rohaniku menjadi lebih baik lagi. Amin.”

Satu Tanggapan

  1. Ammiinn. Renungan yang sangat meneguhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: