Semua demi kebaikan kita

Markus 4:35~41 <Ayat 38: Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”>

Ada seorang ibu yang melatih anaknya tidur sendiri. Ia membaringkan anak itu di tempat tidur, memberikan ciuman selamat malam, kemudian mematikan lampu. Dalam kegelapan, anak itu menangis memanggil-manggil ibunya. Ibunya diam. Anak itu mengira ibunya tidak mendengar tangisannya dan tidak mengasihinya. Padahal, ibu itu berada tidak jauh darinya. Sang ibu hanya bersembunyi di kamar sebelah. Rasa keibuannya terusik. Sang ibu mendengar anaknya menangis dan ingin mendatangi anak itu untuk menenangkannya. Tetapi demi kebaikan si anak, sang ibu menahan diri dan tetap bersembunyi.

Sewaktu taufan yang sangat dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu para murid, mereka bertanya, “Guru, apakah Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Mengapa Dia seolah-olah membiarkan para murid-Nya menghadapi persoalan berat?

Seringkali kita bertanya, “Di manakah Engkau ya Allah saat aku menghadapi persoalan seberat ini? Mengapa Engkau meninggalkanku?”

Apakah Allah benar-benar membiarkan dan meninggalkan kita? Ingatlah kembali akan janji yang pernah difirmankan-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b).

Salah satu alasan Allah “menyembunyikan diri” adalah karena Dia ingin kita belajar mempercayai Dia. Dia menghendaki agar kita mengenal-Nya sebagai Bapa yang mengasihi dan yang selalu menyertai kita. Ketika kita berada di tengah ketakutan, Dia mendengar seruan kita dan mempedulikan kita. Sebagai Bapa, ia turut merasakan kepedihan hati kita. Jika Dia belum melakukan sesuatu, bukan karena Dia meninggalkan kita, tetapi Dia menghendaki agar kita bertumbuh dewasa, percaya dan berserah sepenuhnya kepada Dia.

KETIKA ALLAH “MENYEMBUNYIKAN DIRI”, MASIHKAH KITA PERCAYA BAHWA DIA TIDAK MENINGGALKAN KITA?

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih Tuhan karena engkau selalu menyertai saya siang malam amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: