Malukah kita identik sebagai orang “Kristen” ?

Kisah Para Raasul 11:26b <Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.>

Kristen dikenal tahun 60-an Masehi. Secara harfiah “Kristen” artinya “Kristus kecil”. Orang yang tidak menyukai pengikut Kristus meneriaki mereka, “Hei, Kristus kecil!”, “Pergi kamu, Kristus kecil!” Petrus menyadari label Kristen dapat mendatangkan banyak “masalah”—ejekan, penghinaan, bahkan penganiayaan. Belum lagi kekaisaran Romawi sangat membenci mereka, orang Kristen diperlakukan dengan semena-mena. Tekanan ini dapat menimbulkan rasa malu, tertekan dan tidak tahan. Namun, Petrus mengingatkan, agar mereka jangan malu karena nama Kristus, justru harus berbahagia karenanya.

Juga, mereka malah harus berbuat baik. Sebenarnya kekristenan lekat dengan penyangkalan diri, penderitaan, tantangan dan memikul salib. Lalu, apa yang dapat kita banggakan? Petrus mengatakan, dalam nama Kristus ada Roh Kemuliaan. Inilah jaminan kita. Pada akhirnya kita akan menerima kemuliaan yang jauh lebih besar daripada penderitaan apa pun yang mungkin kita alami. Nama itu juga mengandung kepastian karena di bawah kolong langit ini hanya nama Yesus yang sanggup menganugerahkan keselamatan kekal. Kalau begitu, untuk apa kita malu? Menyadari kemuliaan Kristus menjadikan kita siap menanggung segala risiko sebagai orang Kristen.

Satu Tanggapan

  1. Kuatkan iman percaya kami agar kami selalu bersandar kepada Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: