Ibadah yang Diperkenan Allah

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Imamat 9

Bagaimana saya bisa tahu bahwa ibadah saya di gereja diperkenan Allah? Jawabannya terdapat dalam bacaan Alkitab hari ini, saat Harun dan anak-anaknya pertama kali menjalankan ibadah di Kemah Pertemuan. Ada dua prinsip yang menjadikan ibadah masa kini diterima di hadapan Allah:

Pertama, persyaratan internal yang berkaitan dengan motivasi dan kekudusan hidup (9:1- 7). Allah memerintahkan agar bangsa Israel mengadakan ibadah dengan tujuan untuk memuliakan Allah (9:6). Selain itu, ibadah diawali dengan persembahan korban penghapus dosa dan korban bakaran yang menjadi simbol pengampunan dosa bangsa Israel dan pendamaian antara mereka dengan Allah (9:7).

Kedua, tata cara pelaksanaan ibadah yang benar (9:8-23). Harun dan anakanaknya menjalankan ibadah persis seperti yang Allah perintahkan kepada mereka, mulai dari penyembelihan binatang, pembubuhan darah pada tanduk, pemercikan darah, dan pembakaran bagian yang menjadi milik Allah. Semuanya sesuai dengan peraturan yang diperintahkan Allah melalui Musa (9:10, 16, 21). Hasilnya, kemuliaan Allah hadir di tengah-tengah mereka (9:23-24).

Kedua prinsip di atas juga relevan untuk diterapkan dalam ibadah di gereja pada masa kini. Ibadah akan diperkenan Allah bila memenuhi dua prinsip berikut:

Pertama, diadakan dengan motivasi yang benar (yakni untuk memuliakan Allah) dan dijalankan oleh orang yang memiliki relasi yang benar dengan Allah. Sudahkah Anda menerapkan hal ini ketika datang beribadah, baik sebagai aktivis maupun anggota jemaat biasa?

Kedua, diselenggarakan dengan persiapan dan pelaksanaan yang baik dengan unsur-unsur acara yang memberi kesempatan kepada anggota jemaat untuk bertemu Allah lewat pemujaan, pengakuan dan pengampunan dosa, pengajaran, persembahan, dan pengutusan. [TF]

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” Mazmur 24:3-4

Satu Tanggapan

  1. Bersihakanlah hati hamba Mu ini dari kedengkian dan kejahatan Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: