Hal Perceraian dan Pernikahan

Baca: Ulangan 24:1-5

Perceraian dan menikah kembali saat ini bagaikan hal yang lumrah. Banyak pasangan melakukannya tanpa merasa bersalah. Bahkan hal ini terjadi di kalangan orang percaya.

TUHAN menegaskan larangan bercerai bagi orang Israel (Mal. 2:16a). Tetapi dalam kekerasan hati umat-Nya dan dosa yang ditimbulkan, tetap terjadi perceraian di kalangan umat Israel hingga kemudian hari (Mat. 19:3, 8, 5:31). Dalam hal ini, ada izin pemberian surat cerai kepada perempuan yang tidak disukai karena ketidaksenonohan yang ditemukan padanya (1). Perempuan ini mungkin menikah lagi dan dapat diceraikan lagi atau ditinggal mati oleh suaminya yang kemudian (2-3). Apabila hal seperti ini terjadi, maka suaminya yang pertama tidak boleh menerimanya lagi sebagai istri karena perceraian dan menikah kembali merupakan perzinaan, suatu dosa di hadapan TUHAN (Mat. 5:32, berbeda dengan kasus 1Kor. 7:39). TUHAN sangat mengerti dan memberi kesempatan kepada umat-Nya untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan baik. Oleh karena itu, ada kesempatan satu tahun bagi setiap laki-laki yang baru menikah untuk tidak ikut berperang (5). Hal ini harusnya menjadi pertimbangan bagi setiap pasangan baru, memberi waktu khusus untuk menyukakan hati pasangannya.

Allah tidak pernah menghendaki perceraian. Sejak awal pernikahan dirancang untuk melengkapi pasangan suami-istri menjadi gambaran dan wakil Allah di muka bumi. Dosa telah membuat manusia melakukan perceraian dan kemudian menimbulkan dosa-dosa lain yang lebih memalukan. Allah menghendaki setiap pasangan menyukakan pasangannya sehingga dapat menghindari perceraian. Menyediakan waktu bagi pasangan akan menjadi kesempatan yang baik untuk hal itu.

Jagalah hidup pernikahan dalam kekudusan dan hindari perceraian! Berikan kesempatan untuk saling menyukakan di antara pasangan hidup kita. Jangan sampai kesibukan pekerjaan dan sebagainya merenggut kesukaan itu dan memberi kesempatan dosa bertumbuh di dalamnya. [JH]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: