Mempersiapkan Pengganti

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Bilangan 27

Musa adalah seorang pemimpin yang luar biasa! Kedekatannya dengan Allah membuat dia bukan hanya sekedar pemimpin secara politik, melainkan juga pemimpin secara rohani. Dialah penyambung lidah (nabi) Allah yang menyampaikan kehendak Allah kepada umat Allah. Kecintaannya terhadap umat Allah serta kesediaannya untuk berkorban tidak perlu diragukan. Sekalipun demikian, karena suatu kesalahan yang nampaknya kecil (lihat renungan tanggal 17 Juni), Musa tidak diizinkan untuk memasuki Tanah Perjanjian. Bila Anda dalam posisi sebagai Musa, bagaimana perasaan Anda? Sebagai seorang yang telah berjuang untuk kepentingan bangsanya, sudah pasti Musa tidak bisa menghindar dari perasaan kecewa. Sekalipun demikian, Musa tetap memikirkan yang terbaik bagi kepentingan umat Allah. Musa tidak menonjolkan jasanya dan meminta dispensasi dari hukuman Allah! Sebaliknya, Musa justru meminta agar Allah segera menunjuk pengganti dirinya sehingga umat Allah tetap memiliki pemimpin yang baik. Bahkan, Musa sendiri yang kemudian mengumumkan kepada umat Allah bahwa Yosualah yang akan menjadi pengganti dirinya.

Apa yang dilakukan oleh Musa ini merupakan teladan bagi para pemimpin masa kini. Banyak pemimpin besar yang tidak menyiapkan pengganti. Mereka merasa bangga bila mereka terus diidolakan sampai akhir hidupnya. Perhatikanlah para pemimpin yang sudah mendekati usia pensiun yang Anda kenal, apakah mereka mempersiapkan pengganti? Kemukakanlah contoh pemimpin yang mempersiapkan pengganti dan contoh pemimpin yang tidak mempersiapkan pengganti! Pemimpin yang baik dan bijaksana adalah pemimpin yang menyiapkan pengganti dirinya, demi kepentingan orang-orang yang dia pimpin! [P]

“Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.” Bilangan 27:16-17

Satu Tanggapan

  1. Tidak mudah berakhlak seperti Musa, itu buah imannya kepada Tuhan, taat dan itu perlu kita teladani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: