Ironi dalam Kehidupan

Ditulis oleh: Inawaty Teddy

Baca: Yunus 4:5-11

Kitab Yunus menggambarkan suatu ironi besar. Kota Niniwe yang terkenal jahat langsung bertobat ketika Tuhan berfirman melalui Yunus. Tetapi Yunus, nabi Tuhan sendiri, terus memberontak terhadap Tuhan dan tidak rela menerima apa yang Tuhan nyatakan.

Untuk kedua kalinya,Tuhan menunjukkan panjang sabar dan belas kasihan-Nya kepada Yunus. Awalnya ketika Yunus melarikan diri, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Yunus untuk bertobat dan berkhotbah kepada kota Niniwe. Sekarang Yunus kembali menunjukkan pemberontakannya terhadap Tuhan. Dan Tuhan memberikan pelajaran kepadanya melalui sebatang pohon jarak.

Perhatikan 3x kata “penentuan” muncul (bnd. 1:17). Atas penentuan Tuhan sebatang pohon jarak tumbuh dan menaungi Yunus dari terik matahari yang sangat menghibur hati Yunus yang sedang kesal, dan Yunus sangat bersuka cita karena pohon jarak itu (6). Kemudian keesokan harinya, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat yang mengerek pohon jarak itu sehingga layu (7). Segera sesudah itu, atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, membuat Yunus ingin mati (8) dan sangat marah (9).

Jika Yunus sendiri sayang kepada pohon jarak yang untuknya sedikit pun ia tidak berjerih payah, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam, bagaimana mungkin Tuhan tidak sayang kepada Niniwe kota dengan seratus dua puluh ribu orang yang tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak? (11).

Ironis memang. Orang percaya kadang lebih bebal dari orang fasik. Kita pun mungkin demikian; tidak dapat menerima Tuhan berbelas kasihan kepada orang fasik; padahal belas kasihan Tuhan kepada kita jauh lebih berlimpah. Kita perlu memiliki kerendahan hati untuk mengerti bahwa kita juga sering tidak lebih baik dari orang fasik. Dan semata-mata hanya belas kasihan Tuhanlah membuat kita mendapat berkat keselamatan yang begitu indah.

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Satu Tanggapan

  1. sy merasa Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Allah yang sangat baik,ajaib tetapi kita sebagai umat Tuhan terkadang tidak pernah mengidahkan ajaran2nya di dalam kehidupan kita,pekerjaan kita bahkan terkadang kita sebagai umat Kristiani tidak percaya akan firman dan rencana Tuhan Yesus dalam kehidupan kita sebelum kita mengalami kejadian2 sulit yang menimpa kita.Terkadang kita lebih mendahulukan pekerjaan kita daripada Tuhan Yesus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: