Berhala di dalam Hati

Ditulis oleh: Jumrianto Hariandja

Baca: Yehezkiel 14:1-11

Bagaimana mungkin orang berharap kepada seseorang bila dalam hatinya sudah memiliki orang lain sebagai pegangannya?

Demikianlah tua-tua Israel datang meminta petunjuk TUHAN kepada Yehezkiel (1; bdk. 8:1). TUHAN menunjukkan bahwa mereka ini menjunjung berhala dalam hati mereka. Inilah yang membuat mereka tersandung dan melakukan kesalahan di hadapan TUHAN (2-3). Terhadap orang-orang seperti ini, TUHAN memerintahkan agar seorang nabi tidak menjawab mereka. TUHAN sendiri yang menjawabnya dengan menentang dan melenyapkannya (4,7-8). Nabi yang tergoda untuk memberikan jawab akan mendapatkan hukuman dan dipunahkan dari tengah umat Israel (9). Hukuman akan diberikan kepada umat maupun nabi yang menjawab (10). TUHAN ingin agar umat-Nya kembali terpikat kepada-Nya, bertobat dan berpaling dari segala perbuatan mereka yang keji, dan mengetahui bahwa Dialah TUHAN. Dia ingin agar Israel tidak tersesat lagi, tidak menajiskan diri, kembali menjadi umat-Nya dan Dia menjadi Allah mereka (5-8,11).

TUHAN ingin agar umat yang tersesat terlebih dahulu bertobat dan meninggalkan semua kejahatannya. Umat seperti itulah yang akan mendapat pengasihan, penerimaan kembali oleh-Nya. Umat yang memilih untuk mempertahankan berhalanya tidak mendapat bagian di dalam TUHAN sehingga tidak layak untuk dijawab apalagi dihibur oleh hamba-Nya. Mereka hanya layak dihukum dan dibuang. TUHAN ingin agar hamba-Nya hanya berbicara pada saat dan pada orang yang TUHAN kehendaki.

Tidak ada gunanya berdebat tentang TUHAN dan kehendak-Nya terhadap mereka yang menolak-Nya dalam hatinya. Jawaban kita terhadap mereka tidak berguna, bahkan dapat membuat kita jatuh ke dalam murka-Nya, kecuali kita diperintahkan untuk berbicara. Jangan miliki berhala dalam hati! Jangan mengandalkan apa pun selain TUHAN! Jangan tunggu sampai TUHAN menjatuhkan hukuman-Nya!

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: