Ingat Masa Lalu

Ditulis oleh: Maria Fennita Santosa

Baca: Mazmur 77:1-11

Dalam bukunya A Grief Observed, C.S. Lewis menuliskan pengalaman krisis imannya ketika menghadapi kematian Sang Istri akibat kanker. Di tengah kedukaan dan penderitaan karena kehilangan istri yang dikasihinya, ia berseru kepada Tuhan, namun Tuhan seolah tak menjawabnya.

Asaf, Si Pemazmur menyampaikan seruannya secara individu untuk mewakili seruan umat yang sedang dalam penderitaan. Asaf tidak bertahan dalam kesusahannya, tetapi memutuskan ingin menyerahkan semuanya kepada TUHAN. Ia sungguh-sungguh mencari TUHAN hingga malam dan berharap bahwa ia akan didengarkan (1-3). TUHAN memang membiarkannya untuk terus berjaga-jaga, berdoa, dan memikirkan perbuatan TUHAN baginya dan bangsanya. Ia yakin bahwa TUHAN tidak terus-menerus menolak umat-Nya.

Meskipun sekarang ia tidak menyaksikan apa-apa, tetapi ketika memikirkan hal itu dalam peristiwa sejarah Israel, terbukti bahwa Allah menyelamatkan umat-Nya dan membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Di tengah-tengah kondisi umat yang sedang menderita saat itu, pemazmur memikirkan kasih setia TUHAN bahwa tidak pernah lenyap dalam kehidupan bangsanya dan bahwa perjanjian-Nya tetap turun temurun. Ia mengingat bahwa di dalam murka-Nya sekalipun, Allah tidak akan melupakan kasih dan rahmat-Nya terhadap umat-Nya (4-10). Seandainya ia berpikir bahwa tangan kanan, tanda kekuatan dan kekuasaan TUHAN berubah, hal itu justru merupakan kelemahannya, bagaikan dosa baginya, menjadi beban yang menyusahkannya (11).

Mungkin kita pernah atau sedang mengalami pergumulan berat. Ketika kita tidak dapat melihat pertolongan-Nya dengan segera, ingatlah akan pertolongan-Nya pada masa lampau. Jangan terpaku dalam situasi itu! Datang dan berserulah sungguh-sungguh kepada-Nya. Allah tidak pernah berubah, Ia tetap berkuasa. Diamnya Tuhan bukan tanpa alasan, dan yang pasti akan membawa kebaikan.

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: