Pelayan yang Tidak Tawar Hati

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 4

Di pasal ini, Paulus membela diri dari serangan para guru palsu terhadap karakternya. Dia dituduh munafik, licik, dan memal-sukan firman Allah (4:2a). Paulus menjawab tuduhan mereka dengan tiga pernyataan.

Pertama, ia sama sekali tidak berlaku seperti yang dituduhkan kepadanya dan ia membuka diri un-tuk dinilai semua orang secara terbuka di hadapan Allah (4:2b).

Kedua, ia mengonfirmasi bahwa pelayanannya adalah atas ke-murahan Allah. Oleh karena itu, kalau ada orang bertobat, perto-batan itu adalah karena kuasa Allah (4:1, 5-6). Sebaliknya, jika ada yang menolak Injil yang dia kabarkan, penolakan itu disebabkan karena hati mereka sudah ditutup oleh ilah zaman ini (4:3-4).

Ketiga, dalam pelayanannya, Paulus bertubi-tubi diancam, dianiaya, dan diserang, sehingga ia merasa seperti membawa kematian Yesus di tubuhnya (4:8-12). Logikanya, tak mungkin ia mau berkorban begitu besar bagi sesuatu yang ia palsukan. Sebaliknya, ia dapat bertahan dalam pelayanan karena kuasa Allah (4:7) dan karena pengharapan akan mendapatkan kebangkitan berdasarkan kuasa Injil yang ia kabarkan (4:13-15).

Pembahasan di atas memberikan dua pelajaran yang sangat penting berkaitan dengan pelayanan kita. Di satu pihak, sebaik apa pun pelayanan kita, sebesar apa pun pengorbanan kita untuk pelayanan, tetap akan ada orang yang tidak senang dan mengkritik pelayanan kita. Jika itu terjadi, jangan tawar hati dan menyerah. Sebaliknya, bersyukurlah selalu karena pada dasarnya, pelayanan adalah kemurahan Allah dan Ia pasti memampukan kita melewati segala kesulitan. Di lain pihak, kita harus mawas diri untuk menjaga agar tidak jatuh ke dalam kesalahan yang dilakukan para guru palsu, yakni suka memfitnah dan memperlakukan sesama pelayan dengan tidak benar. [TF]

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4:1, 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: