Ketika Terjadi Ketegangan dalam Relasi

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 7

Kualitas suatu relasi tidak terlihat saat segala sesuatu berjalan lancar, melainkan saat terjadi kesulitan dan permasalahan di dalamnya. Pelajaran inilah yang kita peroleh dari bacaan hari ini. Terjadi ketegangan dalam relasi antara Paulus dan jemaat Korintus karena sebelumnya Paulus dengan keras dan berterus terang menegur dosa-dosa yang terjadi di kalangan jemaat Korintus pada saat kun-jungannya (2:1-3) dan melalui surat yang dikirim terdahulu (7:8). Akibatnya, sebagian anggota jemaat Korintus menjadi sakit hati dan bersekutu dengan para guru palsu menyerang Paulus dan menolak kerasulannya (6:11-13). Menyadari situasi sulit seperti ini, Paulus melakukan tiga hal:

Pertama, ia menyatakan bahwa apa pun yang terjadi, kasihnya kepada jemaat Korintus tidak pernah berubah, bahkan ia rela sehidup semati dengan mereka (7:2-4).

Kedua, ia menghibur mereka yang tersinggung dan sakit hati karena tegurannya tersebut dengan mengatakan bahwa rasa sakit tersebut adalah baik karena akan membawa mereka kembali kepada kebenaran (7:8-13).

Ketiga, ia mengutus Titus untuk menjelaskan maksud teguran kerasnya tersebut. Laporan Titus bahwa jemaat Korintus mengalami perubahan positif setelah membaca surat Paulus mendatangkan penghiburan yang besar baginya (7:6-7, 13b-16).

Dari peristiwa di atas, kita mempelajari kebesaran hati Paulus. Meskipun ia adalah seorang rasul yang memiliki otoritas besar, ia merendahkan hati meminta jemaat Korintus agar memaafkan dan menerimanya kembali. Selain itu, kita juga belajar bahwa maksud baik untuk menegur kesalahan sesama orang percaya tidak selalu ditanggapi positif, sebaliknya bisa saja disalahpahami atau bahkan dibenci. Namun demikian, semua itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak peduli atau tidak berani menegur sesama orang percaya yang jatuh ke dalam dosa atau berada di jalan yang salah. [TF]

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Amsal 17:17; 27:6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: