Fitnah di antara Sesama Pelayan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 10

Salah satu strategi utama para guru palsu adalah menebar fitnah di tengah jemaat Korintus. Dalam pasal ini, Paulus menjawab tiga fitnah atas dirinya.

Pertama, Paulus diejek sebagai “jago kandang” yang berbicara sangat keras melalui surat saja, namun lemah dan berbicara tidak jelas saat berhadapan muka (10:1, 9-11). Karena itu, jemaat Korintus mengabaikan semua teguran dan pengajaran dalam surat-surat Paulus. Paulus menjawab bahwa ia bisa saja bersikap tegas dan keras saat mereka bertemu, namun ia lebih memilih jalan lemah lembut dan ramah demi Kristus (10:2a, 11).

Kedua, Paulus dituduh memiliki kehidupan yang duniawi (10:2b). Kehidupan Paulus dianggap tidak rohani karena tidak menaati hukum Taurat yang mereka ajarkan dan wajibkan sebagai prasyarat bagi keselamatan se-seorang. Respons Paulus adalah bahwa pengertian kehidupan rohani para guru palsu sama sekali berbeda dengan pengertiannya, yakni kehidupan yang mengandalkan kuasa Allah untuk menghancurkan kuasa musuh Allah dan menaklukkan segala pikiran kepada Kristus (10:3-8).

Ketiga, Paulus difitnah tidak memiliki otoritas atas jemaat Korintus karena gereja itu bukan hasil penginjilannya (10:12-16). Paulus menjawab bahwa ia taat pada batas wilayah pelayanan yang dipatok Allah baginya (10:14-15), sehingga ia tidak bermegah atas gereja yang bukan hasil penginjilannya. Paulus justru menyindir para guru palsu yang bermegah atas jemaat Korintus, padahal mereka sama sekali tidak berjasa atas gereja tersebut (10:12). Kita mendapat dua pelajaran dari pengalaman Paulus di atas.

Pertama, hindari kejatuhan ke dalam dosa menfitnah sesama pela-yan seperti yang dilakukan para guru palsu.

Kedua, sadarilah bahwa kita juga bisa difitnah dengan berbagai tuduhan palsu—baik yang berkaitan dengan kehidupan maupun pelayanan kita—sehingga kita harus memiliki kehidupan yang benar agar dapat menjawab. [TF]

“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan. 2 Korintus 10:17-18

Satu Tanggapan

  1. Amin… khotbah yg sangat membangun Iman dan menguatkan…😇😇🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: