Ikut Cara Allah atau Dunia?

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: 1 Samuel 1

Taat beribadah bukanlah jaminan seseorang tidak tergoda dengan tawaran dunia, terutama ketika diperhadapkan pada permasalahan serius seperti tidak dikaruniai anak. Bagi yang ingin jalan pintas, menikah lagi adalah solusi cepat bagi para suami untuk memperoleh keturunan. Cara inilah yang dipakai oleh Elkana, yaitu menikahi Penina ketika Hana tidak kunjung memiliki anak. Meski berpoligami dianggap wajar oleh masyarakat saat itu, tapi hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sejak awal penciptaan, Tuhan tidak merancang dan tidak menyetujui perkawinan poligami. Cara dunia yang dipakai Elkana bukan menjadi solusi, melainkan malah menimbulkan permasalahan baru dalam keluarganya. Penina sebagai istri muda yang memiliki keturunan sering menyakiti hati Hana, sementara Elkana, meski mencintai Hana, adalah sosok suami yang tidak berdaya mengatasi konflik rumah tangganya.

Sebaliknya, Hana dalam pergumulannya tetap mencari jawaban doa kepada Tuhan. Nazar Hana untuk menjadikan anak yang akan dilahirkannya sebagai pelayan Tuhan di Kemah Suci, menuntun mereka untuk menyerahkan Samuel kepada Imam Eli ketika Allah pada akhirnya membuka kandungannya. Di luar dugaan, ternyata Tuhan memiliki rencana besar bagi Israel yang akan diwujudkannya melalui pasangan ini. Sayangnya, Elkana terlebih dulu mencari jalan keluar yang ditawarkan dunia, ketimbang percaya akan rancangan terbaik dari Tuhan.

Terkadang kita berlaku seperti Elkana—yang gegabah dalam penantian mencari kehendak Tuhan—dengan memilih cara-cara dunia bagi permasalahan hidup kita. Belajarlah untuk bersabar dan memercayai bahwa ada rancangan Tuhan yang terbaik di tengah segala persoalan hidup kita. [FI]

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.” 1 Samuel 2:1b

Satu Tanggapan

  1. Ketika saya membaca bacaan Alkitab yang dipakai untuk renungan ini, saya koq tidak bisa melihat motivasi Elkana melakukan poligami sebagaimana ditulis dalam renungan. Apakah saya terlewatkan atau hanya asumsi saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: