Ikatan terhadap Hukum Taurat

Baca: Roma 7:1-12

Dalam bacaan hari ini, Paulus menjelaskan mengenai keterkaitan orang Kristen dengan hukum Taurat. Ia memulainya dengan analogi untuk memudahkan para pembacanya memahami pengajaran firman Allah (1-3). Intinya, seorang wanita yang sudah menikah tidak dapat menikah kembali dengan pria lain. Jika suami pertamanya masih hidup dan wanita tersebut menikah, maka ia dianggap berzina. Tetapi, jika suami pertamanya sudah meninggal, maka ia boleh untuk menikah kembali dengan orang lain.

Demikian pula bagi mereka yang berada di bawah kuasa hukum Taurat. Mereka terikat dengan hukum itu sampai akhir hayat. Selama berada di bawah hukum itu, kedagingan dan hawa nafsu mereka dibangkitkan untuk berbuat dosa yang berujung kepada maut (5-6). Melalui pengorbanan Kristus, mereka mati dan bangkit bersama-Nya sebagai ciptaan baru. Sejak detik itu, mereka terbebas dari kuasa hukum itu, sebaliknya terikat kepada Yesus Kristus (4-6). Sebelumnya, mereka berusaha menjadi benar dengan menaati hukum Taurat, kini dalam Kristus mereka dibenarkan dalam Roh dan menjadi manusia baru yang baru, dimampukan untuk melayani dan berbuah bagi Kristus (6).

Jika hukum Taurat membangkitkan pelbagai keinginan dosa, apakah hukum Taurat itu jahat? (7) Paulus menjawab dengan tegas: Sekali-kali tidak! (7) Sesungguhnya, hukum Taurat dan firman Tuhan itu kudus, benar, dan baik adanya (12).

Pertama, hukum Taurat membuat kita menyadari perilaku dan kondisi keberdosaan kita (7-8).

Kedua, hukum Taurat menyingkapkan keburukan dosa dan akibat dosa yang dapat membawa manusia kepada kematian kekal (9-11).

Sebagai orang yang ditebus oleh Yesus, kita tidak terikat dengan kewajiban menjalankan hukum Taurat dan segala peraturan tambahannya seperti orang Yahudi. Tetapi, kita terikat menjalankan hukum Taurat dan firman Tuhan dengan kesungguhan hati agar hidup keimanan kita semakin memuliakan Allah dan menyerupai karakter Kristus. [MFS]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

NB: Renungan ini aslinya adalah renungan tanggal 26 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: