Sekali Lagi Misteri Allah, Sang Pencipta

Baca: Ayub 40-41

Sesudah “bom besar” ditembakkan oleh Tuhan terhadap Ayub, lewat pelbagai pertanyaan gugatan tentang posisi dan peran Ayub dalam kehidupan alam semesta dan pernyataan tersirat tentang siapa yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini (Ayb. 38:1-39:33), maka pada pasal 40-41 dengan gamblang dan tegas Tuhan menyatakan serta memperkenalkan diri-Nya.

Dimulai dengan semacam pernyataan yang membuat Tuhan tersinggung terhadap pembelaan Ayub: “Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku, supaya engkau dapat membenarkan dirimu?” (40:3). Kali ini, Tuhan lebih tegas dan keras bersikap terhadap Ayub dan teman-temannya. Tuhan merasa tersinggung menyaksikan Ayub dan keempat temannya beradu argumentasi dengan motif yang egoistis-masing-masing pihak mau bertahan dan membenarkan diri sendiri. Perdebatan itu memberi kesan bahwa Tuhan bukan Subjek, melainkan sebagai objek akal budi manusia untuk pembenaran sikap pribadi.

“Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkan engkau mengguntur seperti Dia? (Ayo) Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak!” (Ayb. 40:4-5). Ayub dipersilakan membandingkan dirinya (yang sedang tidak berdaya karena barah dan malapetaka) dengan Tuhan. Kalau hasilnya Ayub lebih kuat daripada Tuhan, “maka Aku pun akan memuji engkau…” (Ayb. 40:9). Lebih lanjut, Tuhan mengibaratkan keperkasaan dan kekuatan-Nya dengan gambaran kuda nil dan buaya (Ayb. 40:10-41:1a). Kedua hewan tersebut kuat dan tiada seorang pun yang dapat menaklukkannya, melainkan hanya Tuhan. Kalau begitu, apakah Ayub bisa dibandingkan dengan Tuhan? Tuhan mengumpamakan diri-Nya sebagai pahlawan perang dengan pakaian lengkap (Ayb. 41:1b-25). Tuhan tidak sedang menakut-nakuti Ayub, sebaliknya Ia menghibur dan menguatkan Ayub.

Ketika lemah dan tidak berdaya, kita bisa melihat Tuhan yang Mahakuasa dan Mahaperkasa mengatasi kelemahan kita. [SS]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

NB: Aslinya, renungan ini adalah renungan edisi 21 Desember 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: