Waspadai Kemunafikan

Baca: Matius 6:1-18

Kewajiban agama di kalangan orang Yahudi adalah memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa (2, 5, 17). Tuhan Yesus mengajarkan bahwa menjalankan kewajiban agama janganlah seperti orang munafik, yang berharap agar orang lain melihat dan memujinya (1, 2, 5). Melakukan kewajiban agama bersifat pribadi dan tersembunyi dari pengamatan orang lain (4, 6, 18), serta semata-mata untuk Bapa di surga. Bapa tahu memberikan upah kepada orang yang melakukannya (2, 4, 5, 16).

Selain mengajar, Yesus juga memberikan nasihat praktis tentang bagaimana seharusnya menjalankan kewajiban agama (3, 6-7, 17). Khusus tentang doa, Yesus mengajarkan doa Bapa kami. Doa ditujukan kepada Bapa di sorga, yang nama-Nya kudus (9). Tujuan utama berdoa adalah agar Kerajaan Allah datang dan kehendak Allah terwujud (10). Dalam doa, kita boleh memohonkan pemenuhan kebutuhan fisik yang esensial secukupnya, setiap hari (11). Kita tidak pernah terlepas dari kesalahan. Itulah sebabnya kita harus meminta ampun atas kesalahan kita dan belajar mengampuni orang yang bersalah kepada kita (12, 14-15). Sebab Tuhan pun sudah mengampuni kesalahan kita. Kita juga boleh memohon agar Tuhan tidak membawa kita pada pencobaan, melainkan melepaskan kita (13). Doa ditutup dengan deklarasi iman bahwa Bapalah yang empunya Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan (14).

Yesus memperingatkan agar kita tidak menjadi orang Kristen yang munafik. Secara tampilan luar, melakukan sesuatu seolah-olah untuk Tuhan. Padahal dalam hati ingin dilihat dan dipuji orang. Jadi tujuan melakukan sesuatu itu semata-mata untuk diri dan bagi kepentingan diri sendiri. Bukan kebutuhan diri diabaikan dan ditiadakan, melainkan diletakkan pada tempatnya yang tepat dan dalam konteks iman yang tepat. Yakni, belajar berharap kepada anugerah Tuhan tiap-tiap hari.

Ketika kita pergi ke gereja atau melakukan berbagai pelayanan, sekali pun itu sesuai dengan talenta kita dan kita lakukan dengan rajin, jagai hati kita dari dosa kemunafikan! Kerjakan itu semata-mata untuk Tuhan! Biarkan Dia sendiri yang memuji kita! [RH]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: