Selalu Menafsir Ulang Tradisi

Baca: Matius 9:1-17

Yesus tumbuh dalam lingkungan, sistem nilai, etika, moral, ajaran, dan tradisi agama Yahudi. Tindakan dan ajaran Yesus bukan sekadar meneruskan tradisi keagamaan Yahudi, tetapi juga memperbaruinya melalui kuasa dan belas kasih-Nya kepada orang berdosa.

Peristiwa penyembuhan orang lumpuh, makan bersama dengan pemungut cukai, dan jawaban tentang mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa mencerminkan cara pandang Yesus atas hukum agama sangat berbeda dengan pemahaman para agamawan serta cendekia Yahudi. Pembaruan ajaran yang dilakukan oleh Yesus lebih dari hasil penafsiran ulang semata. Di balik semua yang diajarkan dan dilakukan Yesus, Ia memperlihatkan bahwa diri-Nya berkuasa mengampuni dosa manusia (2). Sebab, kedatangan-Nya adalah untuk orang-orang berdosa (9-13).

Tindakan dan ajaran Yesus yang revolusioner dan radikal tidak sekadar menjaga warisan ritual, tetapi juga bertindak berdasarkan belas kasih-Nya (13). Karena itu, pembaruan yang dilakukan Yesus tidak menyebabkan tradisi agama Yahudi tercabik atau hancur, sebaliknya menggenapi dan menyempurnakannya. Bahkan bersama Yesus diumpamakan seperti jamuan pesta dan sama sekali bukan waktu untuk berpuasa (14-15).

Dunia senantiasa berubah dan zaman baru datang untuk menggantikan yang lama, demikian pula tradisi agama memerlukan pembaruan. Pembaruan Yesus dilakukan dengan kuasa dari diri-Nya melalui ajaran, tindakan, serta kesaksian hidup-Nya, dan bukan hanya menurut tradisi agama semata. Praktik keseharian Yesus bersama para murid-Nya lebih mengungkapkan sukacita dan syukur kepada Bapa Surgawi.

Kita dipanggil untuk memaknai ulang rutinitas keseharian kita sebagai pengikut Yesus. Injil yang kita terima mengajak kita memandang kehidupan dalam anugerah Allah. Karena itu, bersukacitalah menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab Kristus memberi kita kuasa hidup dalam sukacita dan ucapan syukur senantiasa. [YTP]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Bencana Sebagai Alat Peringatan Tuhan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 28

Bacaan Alkitab hari ini merupakan celaan terhadap para pemabuk Efraim (28:1, 3). Sebutan “Efraim” bukan hanya menunjuk kepada suku Efraim, tetapi menunjuk kepada bangsa Israel Utara yang diwakili oleh Efraim sebagai suku yang dominan saat itu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: