Beristirahat dari Berbuat Baik?

Baca: Matius 12:1-21

Tampaknya orang-orang Farisi sangat ingin tahu segala hal yang dilakukan oleh Yesus. Saat Yesus berjalan bersama murid-murid-Nya, mereka ada. Saat Yesus masuk ke rumah ibadat, mereka ada. Mereka bertanya dan mencobai demi mencari kesalahan Yesus. Masalah hari Sabat dan pelbagai peraturannya menjadi alat mereka untuk menjebak Yesus. Namun, Yesus memperlihatkan bahwa ada yang lebih penting daripada peraturan, yaitu: kemanusiaan yang terwujud melalui perbuatan baik.

Bolehkah seseorang berhenti melakukan perbuatan baik? Yesus menegaskan bahwa tidak ada batasan untuk melakukan kebaikan, walau peraturan agama Israel saat itu tampaknya membatasi. Contohnya, ketika seseorang sedang sakit, mengapa harus menunggu keesokan hari untuk menyembuhkannya? Pada dasarnya, peraturan dibuat untuk menjaga ketertiban sosial, namun tidak membuat manusia menjadi robot.

Demikian halnya dengan hari Sabat. Sabat dibuat agar manusia dapat beristirahat dari kerja kerasnya, supaya para budak serta binatang dapat beristirahat dari pekerjaannya, dan untuk mencegah terjadinya gila kerja (workaholic) dan eksploitasi tanpa batas. Namun, bukan berarti Sabat juga bermakna berhenti dari melakukan kebaikan. Sebab berbuat baik tak kenal istirahat.

Lalu bagaimana jika kondisi kita sedang lemah sehingga tidak bisa berbuat baik? Sungguhkah ada kondisi yang membuat seseorang tidak mampu melakukan kebaikan? Sekalipun tak memiliki uang, perbuatan baik bisa dilakukan di mana saja tanpa uang. Sekalipun tubuh terbaring tidak berdaya dan tak dapat menggerakkan satu bagian tubuh pun, seseorang dapat berdoa serta senyum bagi orang lain, dan menaikkan pujian bagi Allah.

Berbuat baik tak mengenal kata istirahat dan batas. Marilah berkaca dan melihat tindakan hidup kita setiap hari. Jangan meremehkan doa sebagai perbuatan baik yang bisa kita lakukan setiap saat. Jangan biarkan kemanusiaan kita dan sesama hilang karena keengganan untuk berbuat baik. [THIE]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: