Menghargai Firman Tuhan

Baca: Matius 13:18-23

Yesus menjelaskan perumpamaan mengenai penabur. Benih-benih yang jatuh di tanah yang berbeda-beda menggambarkan empat respons manusia terhadap firman Tuhan.

Pertama, orang mendengar Firman tetapi tidak mengertinya.

Kedua, orang yang segera menerima Firman, tetapi tidak kuat bertahan karena tidak berakar.

Ketiga, orang yang tak kuat menahan segala tantangan dalam merespons Firman.

Keempat, orang yang mendengar Firman, mengerti, dan berbuah.

Firman Tuhan memang sesuatu yang mudah didapatkan karena dijual bebas di Indonesia. Selain itu, Alkitab mudah dibaca karena telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa. Banyak pula buku tafsir Alkitab yang menerangkan mengenai ayat-ayat firman Tuhan. Bahkan dalam ibadah setiap Minggu, firman Tuhan dibacakan dan dijelaskan dalam khotbah. Dalam tradisi banyak gereja, firman Tuhan juga dibahas dan dikupas dalam kegiatan persekutuan, kelompok kecil, dan sebagainya.

Apakah semua itu menjamin bahwa kita memahami firman Tuhan itu? Bisa ya dan tidak. Dengan banyaknya kesempatan membaca dan mendengarkan firman Tuhan, kita bisa menjadi semakin memahaminya. Namun bisa juga sebaliknya. Saking gampangnya Alkitab itu diperoleh dapat membuat seseorang meremehkan firman Tuhan. Mungkin kita menerimanya sebagai suatu kebiasaan atau keharusan. Contohnya, karena saya orang Kristen, maka sudah seharusnya ke gereja dan persekutuan doa untuk belajar firman Tuhan. Atau karena saya orang Kristen sudah seharusnya bersaat teduh dan membaca Alkitab setiap hari. Apakah Firman itu bertumbuh dan berbuah dalam diri kita? Itulah pertanyaan utamanya.

Bersyukurlah bahwa kita dapat memperoleh Alkitab dengan mudah. Selain itu, ada banyak seminar dan kesempatan untuk belajar firman Tuhan. Kita juga bersyukur atas jerih lelah para penerjemah Alkitab. Karena itu, kita patut menghormati Alkitab sebagai firman Tuhan yang hidup dan sangat bernilai tinggi. Melalui Alkitab, hidup kita dapat berubah dan berbuah bagi Allah. [THIE]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: