Kemunafikan vs Ketulusan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 48

Orang munafik adalah orang yang melakukan hal-hal yang nampak baik, tetapi kebaikan itu tidak muncul dari hati, melainkan dari keinginan agar dianggap baik oleh orang lain. Sebaliknya, orang yang tulus melakukan kebaikan sebagai ungkapan dari isi hati. Bangsa Israel pada zaman Nabi Yesaya berlaku munafik dengan menjalani ibadah tanpa iman, bahkan ibadah mereka tercampur dengan ibadah kafir. Mereka menyembah TUHAN, tetapi mereka juga menyembah berhala.

Allah mencela ibadah bangsa Israel yang sudah tidak murni itu dengan menunjukkan bahwa Dia tidak boleh disamakan dengan berhala yang mati. Allah mengatakan bahwa Dia telah memberitahu berbagai hal yang telah terjadi sebelum hal itu terwujud dan bahwa Dia juga memberitahukan hal-hal yang akan terjadi. Allah mengatakan bahwa hanya Dia saja yang bisa memberitahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Berhalaberhala tidak bisa melakukan hal yang sama. Ketidaksetiaan bangsa Israel membuat Allah membiarkan bangsa Israel mengalami kesengsaraan dengan maksud untuk memurnikan iman mereka, bukan untuk melenyapkan mereka.

Jalan untuk memperoleh damai sejahtera dan kebahagiaan adalah ketaatan terhadap perintah Allah. Sebaliknya, tidak ada damai sejahtera bagi orang fasik (orang yang tidak mempedulikan kehendak Allah. Hal itu bukan hanya berlaku bagi bangsa Israel, tetapi juga bagi kita pada masa kini. Bila kita mengikuti TUHAN dengan setengah hati, kita tidak akan mengalami damai sejahtera. Kita harus mengikut TUHAN dengan ketulusan! Bagaimana dengan Anda? Apakah ibadah yang Anda jalani mencerminkan isi hati Anda? [P]

“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak per nah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombanggelombang laut yang tidak per nah berhenti.” Yesaya 48:18

Satu Tanggapan

  1. apa bila seseorang itu bertahan hidup dalam kemunafikan tiada siapa yang rugi orang itu sendiri, dan bererti dia rela hidup dalam kepalsuan, sudah pasti manusia dengan manusia tidak dapat melihat isi hati seseorang,tapi jangan lupa pencipta kita melihat kedalaman hati setiap manusia, semoga kita semua yang mengenal dan sudah menerima Yesus tidak lagi hidup dalam kemunafikan Tuhan memberkati kita semua Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: