Dikejar Dosa

Baca: Matius 14:1-12

Herodes merupakan raja yang menguasai dan memerintah daerah Galilea. Sekalipun ia dijadikan “raja boneka” di bawah pemerintahan Romawi, ia tetap memiliki kekuasaan. Sayangnya, kekuasaannya tidak digunakan dengan bijaksana. Tindakannya mengambil istri saudaranya membuktikan sifatnya yang tidak bisa menahan nafsu. Memenjarakan Yohanes Pembaptis yang menegurnya menunjukkan bahwa dia tidak mau menerima teguran. Akhirnya, setelah membunuh Yohanes Pembaptis atas permintaan anak Herodias, dia dikejar-kejar rasa bersalah sehingga memandang Yesus sebagai kemunculan kembali Yohanes Pembaptis.

Pengalaman Herodes mungkin juga dialami oleh orang lain, termasuk kita. Setelah melakukan kesalahan, kita terus-menerus dibayang-bayangi oleh kesalahan itu. Hidup kita merasa tidak tenang seperti dikejar-kejar oleh perasaan dihakimi di hadapan orang banyak. Keadaan seperti itu sangat tidak nyaman dan tenteram bagi kita.

Bagaimana supaya kita tidak dikejar oleh dosa atau kesalahan tersebut?

Pertama, tidak berbuat dosa lagi. Artinya, menata ulang hidup kita dengan kehati-hatian sehingga meminimalkan kemungkinan jatuh ke dalam dosa. Jika tidak berbuat dosa, tentu tidak dibayang-bayangi oleh perasaan bersalah.

Kedua, sesegera mungkin memperbaiki kesalahan dengan cara mengaku dosa dan bertobat di hadapan Allah. Jika kesalahan itu dapat diperbaiki, segeralah perbaiki! Contohnya, saat merobohkan pagar tetangga, segeralah minta maaf dan memperbaikinya. Dengan demikian, kita berdamai dengan diri sendiri dan sesama yang kepadanya kita bersalah.

Kenyataan bahwa manusia tak luput dari dosa bukan membuat kita merasa tak berharga dan berpengharapan. Dengan menyadari kelemahan itu, kita bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon pengampunan-Nya, dan menjalani kehidupan yang diperbarui. Tak ada kata terlambat untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan. Dengan demikian, kita dapat hidup dengan tenteram tanpa dikejar dosa. [THIE]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

 

Satu Tanggapan

  1. Anpuni lah kesalahan kami ya Tuhan supaya kami tidak selalu dibayangbayangi dosa kami Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: