Tergerak oleh Belas Kasihan

Baca: Matius 14:13-21

Yesus pergi ke tempat sunyi. Untuk apa? Tentunya mencari keheningan. Bisa jadi untuk beristirahat sejenak, atau sembari merenungi kematian Yohanes Pembaptis yang masih kerabat-Nya. Namun, kondisi tiba-tiba berubah drastis karena banyak orang berbondong-bondong mendatangi Dia. Kira-kira 5.000 orang laki-laki, belum termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Melihat orang sebanyak itu, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Menyingkirkan permasalahan pribadi-Nya, Yesus menyembuhkan yang sakit, bahkan juga memikirkan kebutuhan jasmani orang-orang tersebut.

Pada sisi kemanusiaan-Nya, Yesus merasakan apa yang dirasakan oleh manusia pada umumnya. Dukacita atas meninggalnya Yohanes Pembaptis merupakan hal yang manusiawi. Tetapi, Yesus tidak membiarkan diri-Nya larut oleh perasaan-Nya. Dia tetap berkarya karena belas kasihan-Nya kepada orang banyak. Dia sungguh-sungguh mempraktikkan ajaran-Nya, yaitu menyangkal diri. Dia menyangkal keberadaan-Nya yang sedang butuh hiburan dan waktu untuk menyepi serta merenung. Dia memilih untuk berkarya bagi banyak orang.

Banyak jenis pekerjaan yang membutuhkan pengabdian dan kerelaan untuk menyingkirkan kepentingan diri sendiri, seperti: bidan, dokter, pemadam kebakaran, penanggulangan bencana, pejabat pemerintah, dan lainnya. Jabatan tersebut menuntut tanggung jawab yang besar. Contohnya, seorang wanita yang akan melahirkan tidak bisa ditunda oleh bidan maupun dokter. Rumah yang kebakaran harus segera dipadamkan apinya oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar). Mereka harus siap sedia bekerja siang dan malam demi memenuhi tugas dan tanggung jawab mereka untuk melayani masyarakat.

Orang percaya dipanggil Allah untuk menjadi terang dan garam dunia. Adakah belas kasihan kita masih terasah saat melihat kondisi yang membutuhkan uluran tangan kita? Siapkah kita meninggalkan zona kenyamanan demi meneladani Kristus yang adalah sumber dan pusat hidup dari perbuatan baik kita. [THIE]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: