Standar Kebaikan Manusiawi vs Standar Kebaikan Allah

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: 1 Raja-raja 2:1-12

Saat menghadapi kematian, Raja Daud memberikan berbagai pesan kepada Salomo yang akan segera menggantikannya menjadi raja Israel. Yang membuat pesan tersebut bernilai adalah karena hal pertama yang disampaikan—yang sekaligus merupakan penekanan—adalah agar Salomo melakukan kewajiban terhadap TUHAN dengan setia, yaitu dengan hidup dalam ketaatan terhadap Allah. Selanjutnya, Raja Daud memberi dua perintah negatif (menghukum Yoab dan Simei bin Gera) serta satu perintah positif (membalas kebaikan Barzilai). Sayangnya, Raja Daud tidak memberikan pesan menyangkut satu hal penting, yaitu sikap terhadap Adonia yang telah merancang pemberontakan untuk merebut kekuasaan dari tangan Daud.

Membalas dendam dan membalas budi merupakan hal umum dalam banyak budaya. Dalam Perjanjian Lama, terdapat “kesan” bahwa membalas dendam tidak dilarang. Akan tetapi, Perjanjian Baru jelas memperlihatkan bahwa Allah menetapkan standar yang lebih tinggi dari standar umum, yaitu “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12:21). Pembalasan adalah hak Allah (Roma 12:19), sehingga seharusnya orang Kristen tidak melakukan sendiri pembalasan, melainkan menanti Allah memberikan keadilan. Sebenarnya standar Allah ini berlaku pula dalam Perjanjian Lama (Ulangan 32:35), tetapi standar tersebut belum diberlakukan secara ketat saat itu. Kita yang hidup pada masa Perjanjian Baru telah mengetahui bahwa anugerah Allah membuat kita mendapat pengampunan Allah. Orang yang sudah mendapat pengampunan dosa sudah semestinya mengampuni sesamanya. Apakah cara hidup Anda sudah mengikuti standar Allah? [P]

“Hak-Kulah dendam dan pembalasan, …. Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya.” Ulangan 32:35a, 36a

Satu Tanggapan

  1. Terima kasi Tuhan atas firmanmu pagi ini, karena telah mengingatkan kami agar jangan kalah dengan kejahatan,dan berikan kami kebijaksanaan agar berlaku adil. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: