Seruan Penderitaan Rohani

Baca: Matius 27:45-56

Inilah saat yang mencekam karena Yesus menanggung cawan murka Allah demi menebus manusia berdosa. Alam pun ikut serta berduka (45). Kira-kira jam tiga merupakan puncak penderitaan Yesus di mana Allah Bapa harus memalingkan muka karena cawan murka yang ditanggung kepada Yesus. Keterpisahan ini tak terkira hingga Yesus berseru dengan suara nyaring “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?“, yang artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (46).

Inilah yang membuat Yesus gentar ketika Ia sedang berdoa dalam pergumulan-Nya di Taman Getsemani, “Ya Bapa, jikalau engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku” (Luk. 22:42). Ya, kegentaran Yesus bukan disebabkan oleh penderitaan dan kematian fisik yang harus dihadapi-Nya. Catatan Yohanes 12:27 memperlihatkan bahwa Yesus tahu benar penderitaan dan kematian seperti apa yang akan Ia alami sebagai Juruselamat. Ia sama sekali tidak berencana untuk mundur dari panggilan itu. Rasa gentar Yesus lebih dikarenakan Ia tahu bahwa ketika cawan murka itu ditanggung-Nya, Bapa akan memalingkan wajah dari-Nya. Begitu gentarnya hingga malaikat sekalipun tidak dapat menghibur dan menguatkan hati-Nya (Luk. 22:43). Peluh-Nya menjadi seperti titik darah yang menetes (Luk. 22:44). Tentu saja ini berat bagi-Nya karena Ia dan Bapa memiliki relasi yang sangat intim dan penuh kasih (Mat. 11:27; Yoh. 3:35, 10:15-17, 30, 38). Demi menebus kita yang berdosa, di Getsemani Yesus taat pada kehendak Bapa (Luk. 22:42) dan di Kalvari Yesus menjalani keterpisahan itu.

Kedekatan relasi Yesus dengan Bapa tak tergambarkan indahnya, tetapi Ia merelakan Bapa memalingkan wajah daripada-Nya. Ironisnya, kita yang telah ditebus-Nya kadang menganggap remeh relasi dengan Allah. Banyak orang percaya sama sekali kurang peduli dengan kerohaniannya. Kiranya firman Allah nii menegur kita, seberapa rindukah kita berelasi secara intim dengan Allah?

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui. Berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yes. 55:6). [MFS]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: