Kesetiaan, Komitmen, dan Dedikasi

Baca: 1 Tawarikh 12:1-40

Ada pepatah “A friend in need is a a friend indeed.” Saat Daud ada di Ziklag, ia dalam kondisi terpuruk. Dia sudah tidak tahu mau lari dan bersembunyi di mana lagi. Daud terpaksa menghambakan diri kepada Akhis, raja Filistin, musuh Israel. Akhis menerimanya dan diberikan tempat Ziklag. Di sana Daud terpaksa banyak melakukan penipuan. Daud terpaksa harus mau membela Akhis dan berperang dengan bangsanya sendiri Israel dan Saul. Kondisi ini sangat menekan Daud. Lebih lagi, penyerangan Amalek atas Ziklag membuat Daud sangat terjepit terpukul (1Sam. 30). Dalam keadaan yang sudah begitu terburuk dan terpuruk, tetap ada orang-orang yang mendukung dia.

Pencatatan sejarah yang sangat teliti mengenai siapakah, dari mana asal suku mereka dan apakah kekuatan mereka sampai bisa menjadi tentara yang besar seperti bala tentara Allah yang bersama Daud. Mereka orang berkomitmen dan beriman kepada Allah (18) sampai Ziklag dapat direbut dan Daud menang atas Amalek.

Selanjutnya pencatatan sejarah dalam masa peralihan pemerintahan dari Saul ke Daud (23-40). Masa transisi tentu tidak mudah dilalui, namun dicatat bahwa sekian banyak orang dari suku-suku datang kepada Daud di Hebron. Mereka pahlawan, orang-orang yang mempunyai keterampilan khusus, pandai berperang dengan berbagai senjata, barisan tempur, bahkan konsumsi, sehingga ada sukacita di Israel. Mereka datang kepada Daud dengan tidak bercabang hati, tulus hati, bulat hati, dan bersukacita.

Pencatatan ini bukan sekadar sejarah masa lalu, tetapi mengingatkan Israel yang tercerai-berai karena pembuangan, agar mereka mempunyai spirit seperti para pahlawan Daud yang bersatu dan tulus membangun kembali kerajaan dinasti Daud. Kita bisa belajar bahwa sebagai murid Kristus, kita perlu mempunyai komitmen dan dedikasi yang sungguh untuk menjadi orang-orang yang berhati tulus, tidak bercabang dalam mengerjakan setiap tugas yang yang ada untuk mendatangkan kesatuan dan sukacita. [INAKO]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Satu Tanggapan

  1. Terkadang Tuhan memberikan kita kekalahan tetapi dibalik itu Tuhan memberikan pelajaran yang sangat mahal agar kita tetap waspada dan setia hanya kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: