Kekudusan Umat

Baca: 1 Tawarikh 13:1-14

Niat yang baik, tujuan yang mulia, tetap perlu dilakukan dengan pola dan cara yang benar dan menurut aturan yang ada. Hal ini yang sering dilupakan. Banyak orang berpikir bahwa cara tidak penting, peraturan bisa saja dilanggar, yang terutama adalah mencapai apa yang diinginkan dan berhasil sesuai yang diangankan. Melalui ini kita mendapatkan pelajaran yang penting untuk kita perhatikan dalam keseharian kita baik dalam pekerjaan, perdagangan, pelayanan gerejawi.

Pemerintahan Daud tampaknya sudah mapan dan aman. Yerusalem sudah menjadi ibukota kerajaan, sedang Tabut Allah yang disebut dengan nama Tuhan yang bertakhta di atas kerubim, masih berada di Kiryat-Yearim. Minimal sudah lebih dari 40 tahun tabut ada di sana, yaitu sejak orang Filistin merampas tabut itu pada waktu peperangan dengan Israel pada zaman imam Eli. Lalu mereka memulangkan tabut ke Israel dan ditempatkan di rumah Abinadab di atas bukit (1Sam. 5-7:1).

Daud dan segenap Israel, para imam, orang Lewi sepakat untuk mengusung tabut Allah ke Sion. Namun prosesi pemindahan tidak mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh Musa (Kel. 25:10-22; Bil 4:1-20). Mungkin sudah terlalu lama hukum Musa tidak lagi dipelajari, atau tidak lagi memikirkan betapa sucinya tabut itu, atau karena begitu sukacitanya mereka “lupa” segalanya karena terbawa oleh perasaan yang meledak-ledak.

Inilah peringatan bagi Israel yang pulang dari pembuangan dan akan membangun kembali Bait Allah dengan segala sarana untuk melakukan ibadah. Umat harus mengutamakan kekudusan dan seturut aturan Tuhan. Jangan sembarangan atau asal-asalan. Tuhan akan menghukum. Pelajaran bagi kita adalah jangan hanya memikirkan pencapaian tetapi perlu mempersiapkan cara; secara khusus ketika melakukan pelayanan gerejawi. Hendaknya kita selalu ingat bahwa Tuhan kudus. Ia ingin segala sesuatu dilakukan dalam aturan dan hormat akan Dia. [INAKO]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: