Iman Yang Melampaui Kondisi Kehidupan

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Ayub 1-2

Dua pasal pertama Kitab Ayub berisi cerita tentang orang yang sama dengan dua episode yang isinya sangat bertolak belakang. Episode pertama dipenuhi berkat dan kebahagiaan. Ayub diperkenalkan sebagai orang terkaya di sebelah timur (1:3), memiliki keluarga yang bahagia dan saling mengasihi, dibuktikan dengan kebiasaan mengadakan pesta secara bergiliran (1:4), serta hidup dalam iman yang kuat karena selalu takut berdosa kepada Allah (1:5-6).

Episode pertama kehidupan Ayub menggambarkan kehidupan dalam puncak kebahagiaan: kaya, terhormat, keluarga harmonis, dan beriman kuat. Tanpa diduga, semua kebahagiaan lenyap tak berbekas dalam sekejap mata. Kehidupan Ayub jatuh ke dalam kondisi paling menderita di episode kedua. Dalam satu hari, berturut-turut Ayub kehilangan semua hartanya (1:13-17) dan semua anaknya (1:18-19). Tidak hanya sampai di sana, penderitaan Ayub menjadi lengkap ketika seluruh tubuhnya diserang barah yang busuk (2:7-8) dan ia ditinggal oleh isterinya (2:9-10).

Yang menarik dari cerita ini adalah bahwa iman Ayub kepada Allah sama sekali tidak berubah karena perubahan drastis dalam kehidupannya. Sewaktu berada di puncak kejayaan, ia dipuji Allah sebagai orang yang paling saleh dan paling jujur (1:8). Sewaktu terpuruk di tempat yang paling hina dan menderita, ia tetap tidak berdosa kepada Allah (1:22; 2:10b). Iman Ayub tidak bergantung kepada harta, kedudukan, kesehatan, bahkan kebahagiaan duniawi. Imannya tergantung kepada kesetiaan Allah (1:21).

Kisah Ayub adalah cermin bagi kehidupan orang percaya. Adalah lebih gampang bagi kita untuk beriman kepada Allah ketika hidup kita berada di puncak kejayaan. Namun, apakah kita memiliki iman yang sama ketika Allah mengizinkan apa yang kita cintai— harta, keluarga, kesehatan, kedudukan—diambil dari kita? [TF]

“Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Ayub 1:21

Satu Tanggapan

  1. bERIKAN SAYA IMAN YANG KOKOH DALAM SETIAP PERJALANAN HIDUP SAYA, KARENA DARITUHANLAH SUMBER SEGALA YANG ADA DIDUNIA INI.aMIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: