Jangan Gampang Menghakimi

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

Bacaan Alkitab hari ini: Ayub 15

Pembelaan Ayub memicu serangan lebih keras dari para sahabatnya. Dalam putaran kedua, pembicara pertama adalah Elifas yang menyampaikan dua hal:

Pertama, dia mencela keangkuhan Ayub yang menganggap diri paling berhikmat dan memahami hidup, padahal ucapannya tak lebih dari perkataan kosong, seperti angin, dan tak berguna (15:2-3). Menurut Elifas, Ayub sebenarnya tak memahami rahasia hidup (15:7-9). Keangkuhan membuat Ayub tak menghormati Allah (15:4), tak menghargai belas kasihan- Nya yang sudah meringankan hukuman terhadap dirinya (15:11- 13), menganggap dirinya tak bersalah (15:14-16), dan memandang remeh orang yang jauh lebih tua (15:10). Akibatnya, Ayub akan tersandung dan dihukum gara-gara perkataannya (15:5-6).

Kedua, Elifas mengajar Ayub. “Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku,” demikian katanya (15:17). Elifas berkata bahwa sejak zaman nenek moyangnya, telah berlaku kebenaran bahwa hanya orang bersalah yang akan menderita karena dihukum Allah (15:17-24). Oleh sebab itu, jangan mengecam atau melawan Allah (15:25-26). Elifas menegaskan bahwa orang jahat pasti dihukum Allah, dan seringkali hukuman datang sebelum genap masanya, “seperti anggur yang gugur buahnya, seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya” (15:33). Oleh sebab itu, jalan terbaik bagi Ayub adalah mengakui kesalahan dan bertobat.

Elifas mewakili banyak orang di sekitar kita pada masa kini, yakni orang yang cepat mengaitkan penderitaan orang lain dengan dosa dan hukuman Allah. Memang, benar bahwa tak ada dosa yang bebas dari hukuman Allah, namun tidak semua penderitaan adalah akibat dosa. Ucapan Elifas mengingatkan kita untuk tidak gampang menghakimi sesama dan bersabar serta berserah kepada Allah jika dihakimi sesama secara tidak adil. [TF]

“Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.” Roma 14:10

Satu Tanggapan

  1. Kita semua orang yang tidak luput dari dosa, karena itu kita jangan saling menghakimi, hanya Tuhan hakim yang paling adil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: