Meminta Petunjuk Tuhan

Baca: 2 Tawarikh 18:1-34

Orang bersekutu supaya kuat. Tetapi persekutuan untuk berperang tetap berisiko kekalahan. Karena itu, Raja Yosafat minta petunjuk Tuhan.

Ramot-Gilead yang hendak direbut dengan persekutuan bersama Ahab raja Israel dan Yosafat raja Yehuda yang berbesanan (1-2) telah menjadi kota Israel, sejak peristiwa keluaran dari Mesir (Ul. 4:41-43; 1Raj. 4:13), namun jatuh ke tangan bangsa Aram tiga generasi sebelumnya (1Raj. 22:3-4). Yosafat mencari lebih dahulu kehendak Tuhan (4) sebelum memutuskan mengiyakan ajakan Ahab untuk berperang. Nabi-nabi dikumpulkan sampai berjumlah 400 orang. Nabi palsu Zedekia bin Kenaana menubuatkan kemenangan Israel. Nubuat itu kurang meyakinkan Yosafat. Ia mencari nabi lain dan didapatinya Mikha bin Yimla. Namun Mikha justru dipenjara karena nubuatnya bukan saja menyinggung perasaan Raja Ahab, tetapi juga menjatuhkan mental bangsa Israel (5-27). Ternyata Raja Ahab terkena panah yang nyasar dan mati dalam pertempuran (33-34).

Nubuat palsu dan benar teruji melalui waktu dan kenyataan. Kenyataan yang terjadi akan membuktikan siapakah yang benar. Yosafat peka terhadap suara Tuhan sehingga tidak mau begitu saja menerima nubuat kemenangan sekalipun disuarakan oleh ratusan nabi. Walaupun Mikha hanya seorang diri, namun nubuatnya terbukti. Sedangkan Ahab hanya ingin mendengar nubuat yang menyenangkan hatinya. Ia cenderung mengikuti rencana dan keinginan sendiri. Berbeda dengan Yosafat yang menguji tindakannya berdasar nubuat nabi. Kebenaran bukan masalah mayoritas melawan minoritas, melainkan apakah nubuat tersebut benar atau tidak.

Keputusan yang berisiko besar menuntut keyakinan kita sebelum bertindak. Meminta petunjuk Tuhan dengan berdoa atau pun mencari nasihat dari orang yang kita tuakan menjadi cara yang paling umum untuk mendapatkan saran sebagai alat pertimbangan. Pada akhirnya, kita harus memutuskan apakah tunduk kepada kehendak Tuhan, atau tetap bersikeras dengan keinginan dan rencana sendiri. [YTP]

– Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: