Ucapan Syukur Penulis

Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas pertolongan, pimpinan dan keselamatan serta penyertaan Nya kepada papa & mama penulis, keluarga lainnya, dan juga teman-teman penulis yang berada di Tasikmalaya, ketika terjadi gempa besar di sana, kemarin (2 September 2009).

Ketika gempa terjadi, dan ketika tahu pusatnya ada di Tasikmalaya, penulis langsung menghubungi keluarga di Tasikmalaya. Seperti yang sudah diketahui bersama, lalu lintas komunikasi ke Tasikmalaya (dan mungkin daerah lain) menjadi sangat sulit. Dari mulai telepon biasa (rumah), GSM, CDMA sampai harus berkomunikasi via facebook, meminta pertolongan tentang update keadaan di Tasikmalaya.

Akhirnya, sekitar 1 jam kemudian, baru bisa terhubung, dan Puji Tuhan semuanya baik baik saja. Hanya beberapa bagian bangunan saja yang mengalami kerusakan.

Tak lupa, rasa prihatin yang mendalam bagi korban gempa di Tasikmalaya dan di daerah lainnya. Semoga Tuhan memberikan ketabahan kepada semua korban. Yakinlah, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kekuatan anakNya.

Tuhan berkati kita semua.

Catatan dari Penulis

Salam kasih dalam Tuhan.

Mulai hari ini, pembaca dapat mengikuti kembali saduran renungan harian dari buku Renungan Harian Air Hidup. Pembaca bisa meng klik ke blog http://airhidupblog.blogspot.com

Terima kasih

Pengumuman dari Penulis

Pembaca yang terkasih dalam Tuhan

Untuk mengisi kekosongan blog ini, mulai hari ini (Minggu, 24 Mei 2009), saya akan menyadur renungan harian yang saya ambil secara online dari http://www.RenunganHarian.net.

Terima kasih
Tuhan Berkati Kita Semua

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Pembaca yang terkasih dalam Tuhan

Saya sebagai penulis, baru menyadari ketika beberapa minggu lalu, saya membaca kembali cetakan Renungan Harian Air Hidup, yang selama ini menjadi pegangan saya untuk menulis blog ini. Selama 1 tahun lebih terakhir ini, ternyata saya menulis tanpa sepengetahuan dan seijin dari penulis atau penerbit Renungan Harian Air Hidup (AH). Di buku cetakan AH tersebut, ternyata dicantumkan bahwa dilarang untuk mengutip atau memperbanyak tanpa seizin dari penulis atau penerbit.

Penulis sudah menghubungi pihak penerbit AH, dan kemudian di balas oleh pihak penerbit AH. Intinya saya di minta untuk menghentikan penulisan blog ini, yang mengambil dari Renungan Harian Air Hidup. Dan juga klarifikasi yang harus saya sampaikan.

Atas dasar di atas, maka dengan ini :

  1. Saya akan menghentikan penulisan blog saya ini, per postingan ini ditulis, yang sumbernya diambil dari Renungan Harian Air Hidup.
  2. Saya klarifikasi, bahwa selama saya menulis blog ini, posisi saya bukan sebagai bagian dari team Renungan Harian Air Hidup. Saya hanya menuliskan / menyadur dari buku Renungan Harian Air Hidup.
  3. Bahwa selama saya menulis blog ini, yang saya sadur dari Renungan Harian Air Hidup, belum mendapat izin dari pihak penerbit / penulis Renungan Harian Air Hidup.
  4. Saya meminta maaf setulus hati dan sedalam-dalamnya kepada pihak penulis dan penerbit Renungan Harian Air Hidup, karena selama ini saya menyalin / menyadur dari cetakan Renungan Harian Air Hidup, tanpa seijin dari penulis dan penerbit Renungan Harian Air Hidup.
  5. Untuk selanjutnya, pembaca dapat mengirimkan email ke living_water_2002[at]yahoo[dot]com jika ingin mengikuti Renungan Harian Air Hidup selanjutnya, dalam versi elektronik.

Demikian pernyataan ini saya buat.

Terima kasih

Penulis Blog Saat Teduh

%d blogger menyukai ini: